Cancel Preloader
 Kadin Luruskan Isu Negatif Jelang Pelaksanaan Munas

Kadin Luruskan Isu Negatif Jelang Pelaksanaan Munas

JURNALWARGA.ID – Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tengah mempersiapkan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kadin agar berjalan dengan baik dan kondusif di tengah situasi dan kondisi saat ini. Hal ini sekaligus meluruskan pemberitaan miring yang beredar soal penyelenggaraan acara itu. Munas VIII Kadin adalah event 5 tahunan yang mengagendakan evaluasi kerja, penetapan program kerja 5 tahun kedepan dan pemilihan Ketua Umum Kadin Indonesia berikutnya.

“Kami di internal pengurus memikirkan sebaik-baiknya untuk pelaksanaan Munas nantinya. Namun, sangat disayangkan justru ada pengurus yang memberikan pernyataan-pernyataan di media yang tidak mendukung pada upaya-upaya kami untuk menjadikan penyelenggaraannya nanti kondusif,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan, Juan P. Adoe yang juga merupakan Wakil Ketua Panitia Pengarah Munas VIII Kadin (28/5/2021).

Dia menyebut, pihaknya menyayangkan sikap Wakil Komite Tetap Konstruksi dan Pekerjaan Umum, Kamrussamad yang sebelumnya telah memberikan keterangan yang tidak tepat.

“Dalam rapat internal Ketua Umum bersama Para Wakil Ketua Umum (Selasa, 25/5/2021) yang bersangkutan tidak diundang, hadir menggunakan akun milik salah satu WKU, sehingga WKU yang seharusnya diundang tersebut tidak dapat mengakses,” ungkap Juan.

Menurutnya, pernyataan yang bersangkutan di luar konteks, bersifat provokasi dan merusak suasana diskusi yang mencoba jalan terbaik pelaksanaan Munas.

Senada dengan Juan, Kepala Staf Kantor Ketua Umum Kadin Indonesia, Herman Heru Suprobo menyesalkan apa yang disampaikan Kamrussamad.

“Kami yang selama ini aktif dalam kepengurusan senantiasa membawa Kadin tetap berteguh pada pedoman organisasi, sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Kadin, serta AD-ART. Sementara yang bersangkutan bukan pengurus yang tidak pernah aktif di Kadin dan tidak memiliki kewenangan untuk mewakili suara WKU (Wakil Ketua Umum) terkait pandangan atau pun hasil dari rapat internal saat itu,” jelas Herman.

Pihaknya pun menghimbau agar Dewan Pengurus Kadin Indonesia agar tidak memberikan pernyataan-pernyataan yang tidak benar dan berpotensi menimbulkan kebencian.

“Padahal di dalam, kami menghormati Ketum (Ketua Umum) kami dan saling menghormati satu dengan yang lain, demikian juga diantara sesama pengurus,” pungkas dia.

Related post