Beranda Regional Polda Bali Amankan 117 Bal Pakaian Bekas Impor Ilegal, 2 Pengepul Ditangkap

    Polda Bali Amankan 117 Bal Pakaian Bekas Impor Ilegal, 2 Pengepul Ditangkap

    21
    0
    Kapolda Bali Irjen. Pol. Putu Jayan Danu Putra saat menyampaikan pengungkapan kasus dalam Press Conference Hasil Ungkap Peredaran Pakaian Bekas Impor di Wilkum Bali, yang bertempat di Lobby Ditreskrimsus Polda Bali, Senin (20/3/2023).

    Denpasar, Jurnalwarga.id – Tim Opsnal Ditreskrimsus Polda Bali berhasil mengamankan ratusan bal pakaian bekas impor ilegal di Wilayah Tabanan, Bali. Selain itu 2 orang yang berinisial J dan B turut diamankan.

    Hal tersebut disampaikan pada saat menyampaikan pengungkapan kasus dalam Press Conference Hasil Ungkap Peredaran Pakaian Bekas Impor di Wilkum Bali, yang bertempat di Lobby Ditreskrimsus Polda Bali, Senin (20/3/2023).

    Keduanya ditangkap dengan barang bukti berupa 117 karung pakaian bekas impor di Kampung Kodok, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Kamis (16/3/2023) sekitar pukul 21.30 Wita.

    Baca JugaKemensetneg Tindaklanjuti Polemik Dugaan Gaya Hidup Mewah Istri Pejabat Kemensetneg

    Kapolda Bali Irjen. Pol. Putu Jayan Danu Putra, menyebutkan bahwa, praktek jual-beli pakaian bekas Impor sudah mulai beroperasi sejak 2 tahun yang lalu, namun dalam penindakan pidananya belum terlaksana, hanya diambil tindakan pemusnahan barang bukti, untuk tahun ini Polda Bali menerapkan pasal pidana guna menimbulkan efek jera para pelaku atau tersangka.

    ”Selama dua tahun yang lalu, praktek jual-beli pakaian bekas impor ini telah dilakukan tindakan dengan pemusnahan barang bukti, namun untuk tahun ini, kami menerapkan pasal pidana guna menimbulkan efek jera untuk si pelaku,” ujarnya.

    Kabid Humas Polda Bali Kombes. Pol. Satake Bayu, menjelaskan bahwa pada modus operandinya, tersangka J memperoleh pakaian bekas sebanyak 117 Bal dengan membeli di Pasar Gede Bage Bandung, Jawa Barat.

    Baca JugaArahan Kapolri ke Jajaran Korlantas: Wujudkan Mudik Aman dan Nyaman

    Sedangkan tersangka B membeli 10 Bal pada sebuah lokasi di Surabaya, Jawa Timur dan seluruh pakaian bekas impor tersebut dikirim dari Malaysia.

    ”Para tersangka ini memperoleh barang dari daerah Bandung dan Surabaya, dan seluruh barang tersebut dikirim dari Malaysia dengan mengunakan kapal laut pada jalur tikus ke wilayah Medan, kemudian melalui jalur darat menuju ke Bandung,” jelasnya.

    Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) Jo. Pasal 8 ayat (2) UU nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Juncto Pasal 55 dan/atau Pasal 53 KUHP dengan pidana 5 tahun penjara atau denda Rp. 2.000.000.000,-.

    Dari perbuatan para tersangka tersebut, Negara mengalami kerugian total sebesar Rp.1.170.000.000,-.***